Surabaya, 10 februari 2018

Matahari mulai terbit dengan indahnya seakan menyambut kedatangan ku.
Suara gemuruh orang orang menyodorkan semua angkutan umum berlomba mengantarkan penumpang ke tempatnya masing masing.
Semilir angin mulai merasuki kulitku seakan memberi tau dimana aku sekarang.
Lampu lampu cantik menghiasi jalanan menambah keindahan perjalanan ku.
Disini lah kakiku menapak
disebuah kota yang sebelumnya ingin sekali aku datangkan.
dan akhirnyaa i'm here baby :)
Satu hal tentang kota ini yang pertama kali aku ingat
kamu, my bey
Jika aku bisa mengatakan pada semuaa pohon pohon yang sedang aku lewati ini aku ingin mengatakan
"tolong pertemukan aku dengannya buatlah senyaman mungkin dan sebahagia mungkin, dan tolong minta bantuan kepada semua penduduk langit dan bumi agar mereka bisa membantumuu menyusun rencana yang tidak akan pernah terlupakan"
namun sepertinya aku cukup sadar untuk tidak berbicara sendiri seperti itu.
beberapa jam aku terdiam membayangi kota ini dan jelas saja aku membayanginya pasti , tak berhenti sebuah lekukan senyuman selalu terukir.

saat aku melihat semua pohon pohon disepanjang perjalananku aku tersenyum lagi bukan, bukan karna aku terbayang oleh nya
tapi sepertinya aku tidak perlu berbicara pada pohon untuk meminta tolong
sepertinya pohon itu sudah mengerti semuaa yang aku ingin hanya dengan melihat senyumku. oke, aku mulai suka kota ini.
matahari sudah keluar dengan gagahnya, kendaraan dijalanan pun sudah mulai padat mengantarkan tuannya ketujuan masing masing.
dan sekarang sepertinya aku mengerti pohon itu sedang bekerja sama dengan penduduk bumi menjalankan rencananya.
dan ya ditempat ini aku sekarang.
Tiket nonton dengan nomer kursi C dan nomer kursi G
anggap tiket nonton yang sedang aku pegang ini sebuah saksi pertemuan pertama setelah sekian lama.
Anggap gedung bioskop itu sebuah saksi bagaimana kita berusaha, berharap dengan cemas menanti sebuah pertemuan.
Anggap penerangan gedung bioskop menjadi saksi bagaimana aku bisa melihat wajahmu yang sekian lama hanya aku lihat di layar handphone
Angga gedung mall itu sebuah saksi bagaimana wajah yang dipaksakan tersenyum padahal sedang menanti dengan cemas.
dan sepertinya pohon telah berhasil aku bertemu dengan mu, aku melihat dirimu dengan jelas, tidak dekat namun setidaknya aku ada pada satu tempat yang sama dan diwaktu yang sama.

Namun semesta tidak ingin membiarkan diriku puas akan hal itu. semesta seakan berbisik pada langit yang melihat langsung aku dan dirinya. saat malam tiba sepertinya langit yang gelap itu menjadi saksi bagaimana aku bertemu dengan nya, dengan dia, dengan seseorang yang menjadi kisah dongeng ku selama 2 tahun ini, dan ini kisahnya bagaimana bulan dan matahari bertemu. saat itu angin angin yang berhembus seakan memberi tau bahwa dia ikut berbahagia, melihat dua senyuman terukir diwajah kami masing masing.
pohon terimakasih telah membantuku mewujudkan semua hal yang aku ingin lakukan pada saat aku menepakkan kaki dikota ini. terimakasih telah merencanakan semuanya pada penduduk bumi. kamu tau pohon, itu indah sangat indah. terimakasih untuk sebuah kenangan di sebuah kota yang mungkin nantinya akan menjadi cerita dongeng ku selanjutnya tapi tenang saja dirinya akan selalu jadi tokoh utama dalam dongeng ku.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mungkin benar, aku saja yang pergi

Pergilah

aku orang baik