Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2020

Kamu dan Gili Labak

Deburan ombak dan desiran angin pada saat itu membawaku ingin mengingatnya kembali 20 juni 2018 Tak terasa sudah 2 tahun lamanya aku menunda untuk menulisnya “kamu ikut aja” katanya Sempat beberapa kali aku ragu namun   aku berfikir mungkin sesekali harus merasakan bagaimana rasanya pergi berdua setelah aku dan dia menginjak di tahun ke 2 Oh ralat Aku pergi bersama keluarganya dan keluarku Aku beberapa kali tersenyum mengingatnya. Perjalanan kami sama saja seperti kalian yang pergi dengan pasangannya, bagaimana? Nyaman bukan? Alam itu benar benar bisa menghinoptis ternyata Semua tampak sempurna Lautnya biru, pemandangannya bagus, oh bahkan sangat bagus, karang dan ikannya   terasa begitu dekat saat aku lihat dari atas perahu, seakan mereka semua telah berkerja sama untuk menyambut kami dengan keindahannya. “Sampai” kataku dalam hati sembari dengan senyuman tentunya, rasanya   saat aku sampai angin berbisik kepada ku untuk menikmati pulau in...

Penghujung Batas

Kini aku berada di penghujung batas Entah jalan yang mana yang harus aku pilih Jalan dengan cahaya gelap yang berasa jauhhh sekali Atau jalan yang bercahaya terkadang hitam terkadang putih Kini aku berada di penghujung batas Entah apa lagi yang harus dikerjakan Aku tidak tau, Aku tidak tau bagaimana caranya matahari akan selalu bersinar Sedangkan begitu banyak curah hujan yang terus terusan di keluarkan oleh awan Kini aku berada di penghujung batas Tidak tau apa lagi yang harus dikejar Semuanya berasa sama Tak pasti dan sangat penuh bayangan Kini aku berada di penghujung batas Batas kesabaran Batas rasa sayang Batas ruang hati Batas fikiran Entah sejak kapan aku membatasinya Tapi saat ini Aku sudah tidak tau Apa yang sebenarnya harus aku pilih, mana yang harus dijalani, apa yang harus di perjuangkan Aku tidak tau, aku tidak mengerti bagaimana caranya aku bisa bahagia tapi semua fikiran ku berada diujung batas.

Katakan Hati

Katakan hati Katakan dengan lantang bahwa dirimu sudah tidak bisa lagi utuh seperti saat itu Katakana bahwa dirimu sudah menjadi serpihan yang sangat tidak mungkin untuk kembali lagi utuh Katakana hati Katakana padanya Bahwa sebenarnya kamu sudah hancur jauh lebih hancur sebelum   ia berkata “aku menyesal” Tidak! Jangan pernah mengatakan utuh lagi Karna sebenarnya semuanya tak bisa utuh lagi Dirimu sudah retak Sudah   tak bisa lagi disatukan..