Postingan

Menampilkan postingan dari 2020

Belajar dari pohon

Katanya daun yang jatuh tidak pernah membenci angin Pohon pun tidak membencinya Setelah daun itu jatuh,  selalu ada daun daun lain yang akan tumbuh nantinya Tanpa khawatir pohon membiarkan daun itu jatuh dan menyambut baik daun baru yg tumbuh dibatang nya Aku ingin seperti pohon itu Tidak perlu merasa khawatir karna Hal apapun yang hilang akan selalu muncul hal baru lainnya Aku juga ingin merasa tidak khawatir Tidak khawatir akan hal yg terjadi ditaun taun sebelumnya Aku ingin tidak khawatir kalau taun berikutnya akan dan pasti menjadi lebih baik walaupun tidak ada jaminan didalamnya Aku ingin juga meyakinkan diriku, kalau apapun yang terjadi dimasa lalu tidak akan terulang tapi akan  ada hal baru yang akan lebih menyenangkan dan tidak mengecewakan Iya, aku ingin tuhan.

abu abu

sempat ku berfikir menunjukan cinta ke seseorang hanyalah sia sia ia hanya bisa membaca tanpa pernah ikut merasa sempat ku berfikir lebih baik seperti ini aku dengan perasaanku, aku dengan masalahku, dan aku dengan semua tentang ku sampai detik ini bahkan sampai kalian membaca ini itu yang akan selalu aku fikirkan memendam tanpa perlu mengungkap pernah ada yang berkata seperti ini "ungkapkan, setidaknya kamu terlihat berjuang setelah mengungkapkan dari pada tidak sama sekali" ku diam dan tersenyum sebenarnya ada yg ingin ku tanyakan perihal  terlihat sama saja "sama sama abu abu" ketika mengungkapkan belum tentu orang itu mengerti ketika berjuang belum tentu hasilnya apa yang kamu mau lantas jika akhirnya bahagia yang kamu inginkan Mengapa 2 hal tersebut selalu bersifat abu abu?

Jadi dewasa harus seperti itu?

Kalo baca kenanganan yang dulu dulu gepernah nyangka ya bisa sekuat itu Bisa setegar itu Bisa se gapapa itu padahal ngetiknya pun sambil nangis Pengen banget ngasih apresiasi ke diri sendiri karna udah sekuat itu Pengen banget ngasih kebahagiaan sama diri sendiri karna pernah sepura pura itu biar semuanya baik baik ajah “tapi ya gapapa, toh akunya mungkin yang gapernah sadar kalo udah ngelakuin itu” “tapi ya gapapa itu kan hak kamu mau cerita apapun ke siapapun tentang aku” Setegar itu kalo dibaca Padahal rasanya senangis itu.   aku tersadar saat tepukan di bahuku tiba tiba mengagetkan ku aku menoleh kearahnya “kenapa sih?” katanya sambil dia mendekatkan kepalanya dan hendak mengintip   isi laptop ku yang sedari tadi aku pandangi tak bergerak “berhenti jadi tukang ngintip Ri” kata ku Dia menjauhkan kepalanya saat aku berkata demikian. Aku juga mendengar hemburan nafas setelahnya Aku yakin dia ingin sekali melihatnya dan sekarang ingin membahasny...

Jangan coba lagi ya

“lan ayo kenapa masih diem?” Aku menatapnya lurus kedepan, tanpa menjawab pertanyaan nya “heii” kata nya sambil melambaikan tangannya didepan muka ku aku beralih menatap kedepan ku lagi tanpa menjawabnya lagi “lan aku ada salah? Kenapa sih” Aku menunduk lalu “aku mau berhenti” Matahari melihatku heran, “mau berhenti? Apanya?” Aku diam lagi “maksud kamu apa sih jangan diem gini, mau berhenti apa? Memangnya kamu memulai apa?” “aku  mau berhenti masuk lebih dalam disebuah rumah. rasanya aku udah terlalu dalem” “rumah siapa?” “rumah ku” kata ku Aku berjalan dan duduk di datas rumput sambil melihatlangit didepan ku “lan gimana caranya kamu berhenti masuk rumah yang pemiliknya kamu sendiri?” “awalnya aku kira aku bisa masuk kedalam rumah itu berdua karna aku udah mnegijinkan seseorng untuk masuk rumahku, tapi semakin aku masuk lebih dalam ternyata aku masuk sendiri. Aku sekarang mau berhenti masuk lebih dalam lagi. Supaya aku bisa sesjajar sama kamu, sekaran...

Kamu dan Gili Labak

Deburan ombak dan desiran angin pada saat itu membawaku ingin mengingatnya kembali 20 juni 2018 Tak terasa sudah 2 tahun lamanya aku menunda untuk menulisnya “kamu ikut aja” katanya Sempat beberapa kali aku ragu namun   aku berfikir mungkin sesekali harus merasakan bagaimana rasanya pergi berdua setelah aku dan dia menginjak di tahun ke 2 Oh ralat Aku pergi bersama keluarganya dan keluarku Aku beberapa kali tersenyum mengingatnya. Perjalanan kami sama saja seperti kalian yang pergi dengan pasangannya, bagaimana? Nyaman bukan? Alam itu benar benar bisa menghinoptis ternyata Semua tampak sempurna Lautnya biru, pemandangannya bagus, oh bahkan sangat bagus, karang dan ikannya   terasa begitu dekat saat aku lihat dari atas perahu, seakan mereka semua telah berkerja sama untuk menyambut kami dengan keindahannya. “Sampai” kataku dalam hati sembari dengan senyuman tentunya, rasanya   saat aku sampai angin berbisik kepada ku untuk menikmati pulau in...

Penghujung Batas

Kini aku berada di penghujung batas Entah jalan yang mana yang harus aku pilih Jalan dengan cahaya gelap yang berasa jauhhh sekali Atau jalan yang bercahaya terkadang hitam terkadang putih Kini aku berada di penghujung batas Entah apa lagi yang harus dikerjakan Aku tidak tau, Aku tidak tau bagaimana caranya matahari akan selalu bersinar Sedangkan begitu banyak curah hujan yang terus terusan di keluarkan oleh awan Kini aku berada di penghujung batas Tidak tau apa lagi yang harus dikejar Semuanya berasa sama Tak pasti dan sangat penuh bayangan Kini aku berada di penghujung batas Batas kesabaran Batas rasa sayang Batas ruang hati Batas fikiran Entah sejak kapan aku membatasinya Tapi saat ini Aku sudah tidak tau Apa yang sebenarnya harus aku pilih, mana yang harus dijalani, apa yang harus di perjuangkan Aku tidak tau, aku tidak mengerti bagaimana caranya aku bisa bahagia tapi semua fikiran ku berada diujung batas.

Katakan Hati

Katakan hati Katakan dengan lantang bahwa dirimu sudah tidak bisa lagi utuh seperti saat itu Katakana bahwa dirimu sudah menjadi serpihan yang sangat tidak mungkin untuk kembali lagi utuh Katakana hati Katakana padanya Bahwa sebenarnya kamu sudah hancur jauh lebih hancur sebelum   ia berkata “aku menyesal” Tidak! Jangan pernah mengatakan utuh lagi Karna sebenarnya semuanya tak bisa utuh lagi Dirimu sudah retak Sudah   tak bisa lagi disatukan..